Regulasi Emosi Kognitif dan Gejala PTSD pada Remaja Korban Pelecehan Seksual di UPTD PPA Sulawesi Utara: Studi Kualitatif
DOI:
https://doi.org/10.70420/endunamou.v2i2.376Keywords:
Regulasi emosi kognitif, Gangguan Stres Pasca-Trauma (PTSD), Psikoedukasi traumatik, Kekerasan Seksual.Abstract
Penelitian ini mengkaji penerapan strategi regulasi emosi kognitif dalam upaya membantu mengelola gejala Gangguan Stres Pasca-Trauma (PTSD) pada remaja korban kekerasan seksual melalui paradigma kualitatif di Unit Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD-PPA) Provinsi Sulawesi Utara. Kajian mengidentifikasi prediktor utama PTSD, meliputi rasa malu yang mendalam terhadap konteks sosial, estigmatisasi komunal, hipervigilansi, dan trauma intrafamilial, sekaligus merancang modul intervensi psikoedukatif untuk mengurangi dampaknya. Pendekatan kualitatif mengandalkan observasi partisipan intensif dan wawancara mendalam dengan klien di fasilitas rumah aman UPTD-PPA, menghasilkan pemahaman komprehensif terhadap dinamika traumatik dan mekanisme adaptif regulasi afektif. Hasil analisis mengindikasikan penerimaan optimal terhadap intervensi psikoedukasi berbasis poster visual interaktif oleh subjek, yang meningkatkan pengetahuan mengenai manifestasi PTSD seperti inkubasi mimpi buruk rekuren dan disregulasi afektif, serta kompetensi rekonfigurasi respons emosional adaptif meskipun efikasi belum sepenuhnya terealisasi akibat kendala temporal. Kesimpulan mengafirmasi regulasi emosi kognitif sebagai intervensi primer yang potensial, dengan rekomendasi pengembangan protokol berbasis komunitas untuk restorasi traumatik berkelanjutan di rumah aman.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Dewi N. Wambrauw, Shanti Natalia Christie Ruata (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





