Mengungkap Kesulitan Belajar Mahasiswa Akibat Pola Pikir Negatif
Keywords:
Kesulitan Belajar, Distorsi Kognitif, Psikoedukasi, Konseling SuportifAbstract
Kesulitan belajar pada mahasiswa tidak hanya dipengaruhi oleh kemampuan kognitif, tetapi juga kondisi emosional dan pola pikir negatif yang dapat menghambat proses akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dinamika kesulitan belajar mahasiswa akibat distorsi kognitif serta mengevaluasi efektivitas psikoedukasi dan konseling suportif dalam membantu penyesuaian akademik. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus terhadap seorang mahasiswi semester tiga jurusan Teknik Sipil. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, asesmen psikologis, dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek memiliki kemampuan intelektual pada taraf borderline, mengalami kecemasan akademik, kecenderungan menahan emosi, serta pola pikir negatif berupa rasa takut gagal dan menyalahkan diri. Kondisi tersebut berdampak pada menurunnya konsentrasi, partisipasi akademik, dan kepercayaan diri dalam proses belajar. Intervensi berupa psikoedukasi dan konseling suportif menunjukkan perubahan positif berupa meningkatnya kesadaran diri, keterbukaan emosional, kemampuan mengelola tekanan akademik, serta penerapan strategi belajar yang lebih adaptif. Temuan penelitian menegaskan bahwa kesulitan belajar bersifat multidimensional sehingga memerlukan pendekatan psikologis yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga kondisi emosional dan pola pikir mahasiswa.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Arnelita Triana Taluay, Shanti Natalia Christie Ruata (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.




