Faktor-Faktor Psikologis yang Mempengaruhi Rendahnya Asertivitas : Sebuah Studi Kasus
Keywords:
Asertivitas, Konseling Non-Klinis, Psikoedukasi, Pelatihan Asertif, Intervensi PsikologisAbstract
Asertivitas merupakan kemampuan individu untuk mengekspresikan pikiran, perasaan, dan kebutuhan secara jujur tanpa melanggar hak orang lain. Rendahnya asertivitas dapat berdampak pada kesejahteraan psikologis, hubungan interpersonal, serta kemampuan individu dalam menghadapi tekanan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor psikologis yang memengaruhi rendahnya asertivitas pada seorang individu serta menelaah perubahan yang terjadi setelah diberikan intervensi non-klinis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan asesmen psikologis menggunakan CFIT, DASS, EPPS, serta tes grafis (DAP, BAUM, dan HTP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek memiliki kemampuan intelektual yang memadai, namun mengalami kecemasan tinggi, kebutuhan afiliasi yang dominan, dan rendahnya otonomi. Rendahnya asertivitas dipengaruhi oleh faktor emosional berupa kecemasan, tekanan sosial, hambatan keyakinan terhadap perilaku asertif, serta pengalaman perkembangan awal yang membentuk ketergantungan emosional. Intervensi non-klinis berupa psikoedukasi, pelatihan teknik asertivitas, dan konseling individual menunjukkan adanya perkembangan positif secara bertahap. Subjek mulai memahami konsep asertivitas, mengenali hak pribadi, serta lebih berani mengungkapkan pendapat dan batasan diri secara sopan, meskipun perubahan perilaku belum sepenuhnya konsisten. Penelitian ini menunjukkan bahwa rendahnya asertivitas merupakan hasil interaksi kompleks antara faktor emosional, sosial, dan pengalaman perkembangan individu.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Sheren Langinusa, Astrid Lingkan Mandas (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.




